Terkini :

  • Salam sejahtera bagi semua. Irini pasi. Selamat datang di Evangelismos Katolik Timur. Kami mensyiarkan Gereja-Gereja Timur yang bersatu dengan Roma; dan ada dalam himpunan Gereja Katolik sedunia. Yaitu Gereja-Gereja Timur yang untuk saat ini tidak tergabung dalam himpunan Gereja-Gereja Ortodoks.
  • Mohon ingatlah seluruh saudara-saudari Kristiani di dalam doa-doa saudara, khususnya mereka yang berada dalam hambatan dan penganiayaan. Salah satu doa yang dapat digunakan dapat dibaca DI SINI
  • Ayo bergabung dengan Page Facebook "Gereja Katolik Timur Indonesia" DI SINI
  • "First Without Equal". Tanggapan terhadap Patriarkat Moskow (Gereja Ortodoks Rusia) tentang Primasi. Terambil dari Situs resmi Patriarkat Konstantinopel (Gereja Ortodoks Konstantinopel) DI SINI. Atau dari Situs resmi Metropolitan Ortodoks Patriarkat Ekumenis di Hong Kong dan Asia Tenggara DI SINI
  • Penjelasan, Antifon, Teks Liturgi Pesta dan Hari Raya penting, dapat ditemukan DI SINI
  • Halaman depan dapat ditemukan DI SINI

Jumat, 13 April 2012

Benediktus Onamkulam, Imam dari St Thomas


Sudah menjadi tradisi bagi Gereja Timur Ritus Bisantin bahwa pada hari minggu pertama setelah Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan untuk merayakan Hari Minggu St Thomas Rasul. Dalam Minggu St Thomas, kita memperingati peristiwa dimana Tuhan Yesus Kristus hadir menunjukkan luka-luka pada tangan dan lambung-Nya kepada St Thomas yang saat itu belum mau percaya akan kebangkitan tubuh Tuhan Yesus sebelum melihat sendiri.


Namun peristiwa perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit ini telah mengubah diri St Thomas. Dia menjadi percaya. Dan lebih dari itu, mengubah diri St Thomas menjadi suatu pribadi baru. Ia sepenuhnya percaya kepada Allah, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan menjadi berkobar-kobar karena Yesus yang bangkit. Ia kini tahu bahwa Yesus bukan hanya manusia, melainkan juga sekaligus adalah Allah. Sungguh manusia, sungguh Allah. Dan karenanya, maut telah kalah dan diinjak-injak oleh-Nya. Peristiwa ini merubah keragu-raguan-nya menjadi kepercayaan dan kepastian yang teguh.

Perjumpaan yang merubah ini lah yang mendorong St Thomas,  sebagaimana hal yang sama dengan para Rasul lainnya, untuk berani mewartakan Kabar Baik ini kepada bangsa-bangsa. Menjadi insan-insan ilahi yang membawa Kristus kemanapun mereka pergi. Secara khusus, karya pewartaan oleh St Thomas ke tanah India sangat dikenal dengan begitu luas.  

Pengantar Tentang Umat Kristen St Thomas di India
Tradisi Gereja mengatakan bahwa St. Thomas Rasul telah melakukan perjalanan misi ke daerah India untuk menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus kepada penduduk sekitar pada sekitar abad 1 Masehi. Kisah perjalanan misi ke India ini dituliskan dalam karya-karya kuno seperti “Kisah Thomas” yang ditulis di Edessa pada sekitar abad ke-2, dan juga “Thomma Parvam” (“Kidung Thomas”).  Dikisahkan bahwasanya St Thomas membawa Kekristenan ke tanah India. Beliau sampai di daerah Kodungalloor Maliankara (Muziris) pada tahun 52 Masehi dan mendirikan 7 gereja (disebut juga dengan istilah “Ezharapallikal” ) di Kerala yaitu : Kodungallur, Kollam, Niranam, Nilackal (Chayal), Kokkamangalam, Kottakkayal (Paravoor), Palayoor (Chattukulangara) dan Thiruvithancode. St Thomas Rasul dikisahkan meninggal di Mylapur India pada tahun 72 Masehi. Beberapa tokoh abad 3-4 seperti St Ambrosius dari Milan, St Gregorius Nazianse, St Hieronimus, dan St Efraim dari Siria. Singkat kata, penyebaran ajaran Kristen di India oleh St Thomas merupakan kisah yang sudah tersebar luas pada awal-awal Gereja Perdana.

Umat Kristen St Thomas memiliki hubungan yang sangat intens dengan Gereja Siria Timur. Oleh karena itu, Umat Kristen St Thomas memiliki Ritus, Tradisi liturgis, Spiritualitas yang sama dengan mereka, yaitu Ritus Siria Timur atau Ritus Kaldea.  Pada abad ke-3, entitas Kristen yang lebih terorganisasi telah hadir di India setelah kedatangan para misionaris dan pedagang-pedagang dari Siria Timur dan Persia. Pada abad ke-4, muncul pula entitas Kristen di Pantai Malabar yang berasal dari para pentobat baru dari masyarakat sekitar dan orang-orang Yahudi yang bertobat menerima kekristenan.

Pada abad ke-16, bangsa Portugis datang ke India. Semenjak itu lah umat Kristen St Thomas di India mulai terbagi dalam beberapa kelompok. Pada tahun 1665, kedatangan Mar Gregorios Abdul Jalil, seorang Uskup yang diutus oleh Patriark Ortodoks Siria Antiokia ke India memperkenalkan tradisi dan Ritus Siria Barat. Maka muncul lah 2 kelompok, yaitu : Gereja Katolik Siro-Malabar (menggunakan Tradisi Siria Timur) dan Ortodoks Oriental Siro-Malankara (disebut juga kaum Yakobit, non-Kalsedonia, menggunakan Tradisi Siria Barat).

Pada waktu-waktu berikutnya, dalam kelompok Ortodoks Oriental Siro-Malankara (Tradisi dan Ritus Siria Barat), terjadi beberapa pemisahan-pemisahan yang membentuk beberapa kelompok-kelompok yang lebih kecil, yaitu : 1) beberapa kelompok termasuk dalam himpunan Gereja Ortodoks Oriental, 2) beberapa kelompok termasuk dalam himpunan Protestan, dan 3) 1 kelompok menyatakan bersatu kembali dalam Gereja Katolik sebagai Gereja Katolik Siro-Malankara pada tahun 1930.

Umat Kristen hasil penginjilan St Thomas ini disebut dengan istilah “Nasranis”. Bahasa utama mereka adalah bahasa Malayalam. Saat ini, Umat Kristen St Thomas terdiri atas : Katolik (55%, merupakan 2 Gereja Katolik Ritus Timur, yaitu Gereja Katolik Siro-Malabar dengan Tradisi dan Ritus Siria Timur, dan Gereja Katolik Siro-Malankara dengan Tradisi dan Ritus Siria Barat); Ortodoks Oriental Non-Kalsedonia (31%); dan Protestan (14%).

Berikut ini adalah kisah salah satu putra rohani terbaik St Thomas, yaitu Bapa Benediktus Onamkulam dari Gereja Katolik Siro-Malabar, sebagaimana diterjemahkan dari situs mereka.

Benediktus Onamkulam: Sahanadasan
Fr. Benediktus Onamkulam, seorang imam diosesan (keuskupan) Changanacherri pernah didakwa bersalah dalam kasus pembunuhan terkenal  bernama “madatharuvi” atau manthamaruthi”. Dalam kasus pembunuhan tersebut, Mariyakkutti, seorang janda dan ibu dari 5 anak ditemukan tewas di sebuah perkebunan teh di dekat suatu daerah bernama “Madatharvi”.  Berdasarkan bukti-bukti yang tidak kuat, Bapa Benediktus Onamkulam ditangkap. Dan pengadilan daerah Kollam menghukumnya dengan pidana penjara selama 5 tahun dan dengan hukuman gantung. Namun kemudian ia terbukti tidak bersalah dan dibiarkan bebas oleh pengadilan tinggi setelah naik banding.

Bagaimanapun juga, tuduhan 'pembunuhan' tersebut menimbulkan penderitaan yang luar biasa kejam terhadapnya.  Dia sangat menderita atas apa yang tidak pernah dilakukannya. Di kemudian hari, Bapa Benediktus melayani di sebuah stasi misi Kanyakumari yang saat itu masih merupakan daerah yang terpencil (saat ini telah menjadi keuskupan Thukalai).

Tahun-tahun terakhir dihabiskannya di rumah peristirahatan imam di Kottayam. Pada saat itu, janda dari seorang dokter dan keluarganya mengunjunginya dan mengaku bahwa Mariakutti meninggal karena melakukan aborsi. Dan pemilik kompleks perkebunan lah yang merupakan ayah dari anak yang diaborsi tersebut.  Namun Bapa Benediktus menyimpannya sebagai rahasia, hingga akhirnya keluarga sang dokter pelaku aborsi mengumumkannya 11 bulan kemudian. Beberapa hari setelahnya, pada tanggal 3 Januari 2001, Bapa Benediktus dipanggil untuk beristirahat dalam Tuhan.  Dan tubuhnya dimakamkan di kapel pemakaman bagi para imam di kompleks gereja Athirampuzhaforane.

Kelahiran dan Masa Kecil Bapa Benediktus Onamkulam
Bapa Benediktus dilahirkan pada tahun 1929 dalam sebuah keluarga Katolik Ritus Timur, yaitu Katolik Siro-Malabar (keterangan dari pengurus : Gereja Katolik terdiri dari 1 Gereja Katolik Ritus Barat yaitu Katolik Roma; dan 22 Gereja Katolik Ritus Timur yang salah satunya adalah Katolik Siro-Malabar. Ke-23 Gereja Partikular ini berhimpun bersama dalam persatuan dengan Bapa Paus di Roma, sehingga disebut sebagai Gereja Katolik sedunia. Mengenai apa itu Gereja Katolik Ritus Timur, dapat membaca lebih lanjut pada situs berikut ini : http://id.wikipedia.org/wiki/Ritus_Timur). Dia mengenyam jenjang pendidikan di sekolah St Efraim Mannanam. Ia lalu bergabung dengan seminari pada tahun 1950. Ia ditahbiskan menjadi seorang imam pada tahun 1959 dan bertugas di berbagai paroki dalam Keuskupan Agung Changanacherri. Pada tahun 1962 ia bertugas di gereja Kannampalli dekat Manthamaruthi. Dari 1962-1964 ia menjabat sebagai vikaris di gereja Alappuzha chakkarakkadavu. Di sini lah, Mariakutti mengenal Bapa Benediktus. Kemudian dia ditugaskan sebagai pengurus panti asuhan St Yusuf di Changanacherri. Dia terus memegang posisi ini, hingga ia ditangkap karena kasus pembunuhan Mariakkutti.

Kasus Pembunuhan Mariakkutti dan Akibatnya Terhadap Kehidupan Bapa Benediktus
Pada tanggal 16 Juni 1966, jenasah seorang wanita berusia 43 tahun ditemukan di dekat daerah Madatharuvi, Manthamaruthi. Setelahnya, dipastikan bahwa jenasah tersebut adalah Mariakkutti, seorang janda dan ibu dari 5 anak. Kasus ini menjadi terkenal. Dan berita tersebar ke seluruh India ketika Bapa Benediktus Onamkulam, seorang imam dari Keuskupan Agung Changanacherri ditangkap pada tanggal 24 Juni. Bapa Onamkulam bertugas sebagai pengelola sebuah panti asuhan yang dimiliki oleh Keuskupan Agung St Yosef.

Mariakutti telah mengenal Bapa Benediktus sejak dia menjabat sebagai Vikaris di gereja Alappuzhachakkarakkadavu. Di sana ia bertugas membagikan gandum dan susu bubuk kepada orang miskin. Dia mengetahui kemiskinan dalam keluarga Mariakutti dan telah membantu Mariakutti beberapa kali. Dilaporkan bahwa Mariakutti meninggalkan rumahnya pada tanggal 15 Juni. Beberapa hari sebelumnya ia mengunjungi Pastor Benediktus di Changanacherri. Pihak kepolisian India mengkait-kaitkan hal-hal yang ada, dan menyimpulkan bahwa Bapa Benediktus lah pelaku kejahatan tersebut. Cerita lalu dibuat seolah-olah seseorang telah melihat seorang imam bersama dengan seorang wanita di Manthamaruthui pada hari itu; dan bahwa Bapa Benediktus adalah ayah dari anak yang tengah dikandung wanita itu, yang lalu digunakan untuk memeras sang pastor. Dan bahwa karena itulah Bapa Benediktus memutuskan untuk membunuhnya!

Dari bukti-bukti yang tidak kuat, Bapa Benediktus dinyatakan bersalah oleh hakim pengadilan daerah Kollam, Kunjiraman Vaidyar, dan pada 19 November 1966 ia dijatuhi hukuman mati dan pidana penjara selama 5 tahun. Ini merupakan kejutan bagi kalangan rakyat biasa yang percaya bahwa imam itu tidak bersalah. Dan ini adalah insiden pertama di Kerala, di mana seorang imam dihukum karena kasus pembunuhan.

Di kemudian hari, Keuskupan Agung mengajukan banding ke pengadilan tinggi terhadap putusan tersebut. Sebuah Tim Hukum yang terdiri dari kepala hakim Raman Nair dan wakilnya Gopalan Nambiar mendengar banding. ASR Chari yang adalah seorang pengacara terkenal di Mahkamah Agung, dan penasihat bernama Thomas maju demi kepentingan Bapa Benediktus. Pengadilan tinggi menemukan bahwa gugatan terhadap Bapa Benediktus tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan kuat. Dan akhirnya dia dibebaskan karena kurangnya bukti, pada tahun 7 April 1967. Pada hari berikutnya, ia dibebaskan dari penjara pusat Thiruvananthapuram dan disambut oleh kerumunan besar orang yang berdiri di tepi-tepi jalan, sementara ia dalam perjalanan ke Changanacherri. Ia disambut hangat di Changanacherri oleh penduduk setempat yang setia.

Kehidupan Bapa Benediktus setelah Kasus Manthamaruthi
Meskipun ia dibebaskan dari kasus ini, tuduhan sebagai 'pembunuh' tetap ditujukan kepadanya. Ini memberinya banyak penderitaan mental. Tapi Bapa Benediktus menerima dan menanggung semua ini, tanpa mengeluh satu kali pun. Di kemudian hari, ia bertugas melayani di stasi misi Kanyakumari dan di pusat-pusat Katolik terpencil lainnya di Keuskupan Agung itu. Menjelang hari-hari akhirnya, ia tinggal beristirahat di rumah peristirahatan imam di Mudiyoorkara, dekat Kottayam.

Pengakuan dari Anggota-anggota Keluarga Sang Dokter Pelaku Aborsi
Pada tanggal 14 Januari 2000, seorang janda tua berusia 94 tahun yang adalah istri dari seorang dokter, dan keluarganya mengunjungi Bapa Benediktus di rumah peristirahatan imam Mudiyoorkara. Dia mengaku kepada Bapa Benediktus bahwa suaminya lah penyebab kematian Mariyakkutti . Mariyakkutti sebenarnya telah meninggal selama upaya untuk menggugurkan anak dalam kandungannya. Dan pemilik perkebunan adalah ayah dari anak tersebut. Ketika Mariakkutti mendapati dirinya hamil, dia meminta bagian miliknya dari harta sang pemilik perkebunan. Maka sang pemilik perkebunan memaksanya untuk aborsi. Selama operasi pengguguran itulah, Mariakkutti meninggal. Jenazah wanita itu lalu dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti korban pembunuhan. Jenazah itu dibuang di dekat Madatharuvi dan para saksi direkayasan untuk menunjukkan bahwa penyebab kematian wanita itu tertuju kepada Bapa Benediktus. Pemilik perkebunan ini juga memanfaatkan segala hal yang dapat mengkaitkan kasus ini dengan Bapa Benediktus. Otopsi Postmortem tidak dilakukan secara benar. Dan seluruh kasus itu bergerak sesuai dengan uang sogokan oleh sang pemilik perkebunan. Jadi Bapa Benediktus Onamkulam ditangkap untuk kejahatan, yang sama sekali tidak diketahui olehnya.

Apa yang membuat keluarga dokter aborsi tersebut mengaku adalah adanya permasalahan yang terus berlanjut tiada berkesudahan di dalam keluarga tersebut. Sebelum dan setelah kematian sang dokter, banyak permasalahan muncul di dalam keluarga. Setelah kematian sang dokter, mereka kehilangan semua kekayaan yang diraih oleh sang dokter. Berbagai penyakit mendera anggota keluarga dan anak-anak terlahir cacat mental dan fisik. Suatu ketika mereka menghadiri sebuah retret, beberapa penasehat rohani di sana memberitahu bahwa semua kerjadian buruk yang terjadi dalam keluarga itu adalah akibat dari penderitaan dan kesedihan dari seorang imam. Mereka disarankan untuk mengakui kejadian itu kepada sang imam. Dan karena saran tersebut, keluarga dokter itu memutuskan untuk mengunjungi Bapa Benediktus.

Bapa Benediktus mendengar semua pengakuan keluarga tersebut dengan hanya berdiam. Pengakuan tersebut disimpan  sebagai rahasia dalam hatinya. Dia menyampaikan pengakuan keluarga tersebut hanya kepada Uskup Agung Changanacherri, yaitu Mar Yusuf Powathil.  11 bulan kemudian, pengakuan mengenai kejadian tersebut diumumkan secara resmi oleh keluarga sang dokter kepada media massa. Akhirnya semua orang menyadari bahwa Bapa Benediktus tidak bersalah dan sesungguhnya kejahatan itu sengaja ditimpakan kepada dirinya.

Wafat dan Penguburan Bapa Benediktus
Setelah beberapa hari, pada tanggal 3 Januari 2001, Bapa Benediktus Onamkulam dipanggil Allah. Dia telah banyak menderita dan selama ini namanya telah menjadi sumber kutukan dan caci maki terhadap Gereja dan semua rekan-rekan imam. Namun Gereja berdiri di sebelah Bapa Benediktus karena hidup sucinya. Dia menjalani hidup suci tanpa mengeluh satu kali pun. Meskipun ia mengetahui kebenaran bahwa ia tidak bersalah, ia tetap tinggal diam tidak mengeluh atau pun marah. Tapi kematiannya terasa seperti waktu yang panjang untuk melihat bahwa dunia pada akhirnya mendengar kebenaran. Pada tanggal 4 Januari, Bapa Benediktus Onamkulam dimakamkan di pemakaman kapel di gereja St Maria Athirampuzha dekat Kottayam, Kerala. Kelompok besar orang termasuk Uskup Agung, Uskup, imam, biarawati dan umat beriman menghadiri upacara pemakaman. Menurut mereka yang hadir, suasana saat itu bagaikan upacara pemakaman seorang kudus.


Perkembangan setelah Wafat Bapa Benediktus
Sepuluh tahun setelah kematian Bapa Benediktus, kuburnya dibangun kembali dalam rangka perayaan tahun imam dalam Gereja Katolik. Dan fasilitas-fasilitas dibangun bagi umat beriman untuk berdoa. Begitu banyak umat beriman yang datang berkunjung. Ratusan orang telah datang berkunjung dan memanjatkan doa-doa setiap hari nya. Menurut Bapa Dr Manee Puthiyidom dari Keuskupan Agung Changanacherri dan vikaris gereja Athirampuzha, beberapa keajaiban telah dilaporkan. Dan jika St Alphonsa disebut sebagai 'sahanadasi', maka Bapa Benediktus disebut sebagai 'sahanadasan'.

Keuskupan Agung Changanacherr
i  (Katolik Ritus Timur Siro-Malabar) telah merayakan perayaan sepuluh tahun masuknya Bapa Benediktus ke dalam kehidupan surgawinya. Semoga dalam waktu dekat, imam besar ini dinyatakan sebagai orang suci dalam kanon.

Silahkan menyaksikan film pendek dari Asianet News mengenai Bapa Benediktus
http://www.youtube.com/watch?v=GBjfRJ58l4A


Tuhan Yesus bersabda :
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 
~ Injil Matius 5:45-48

( Pengantar tentang Umat Kristen St Thomas di India, diambil dari berbagai sumber dalam Wikipedia)
( Ayat Kitab Suci dikutip dari Alkitab LAI Terjemahan Baru Indonesia )
( Kisah Bapa Benediktus dan gambar, diterjemahkan dari : http://thesyromalabarchurch.blogspot.com/2011/05/fr-benedict-onamkulam-sahanadasan.html )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar